koes hendratmo

“Berpacu dalam melodi…..” Jargon ini sangat lekat dengan sosok kalem, santun dan bersahaja, serta dikaruniai suara emas. Ya… siapa yang tak mengenal penyanyi kawakan Koes Hendratmo. Lahir di Kediri, Jawa Timur, 9 Februari 1943 Koes adalah seorang penyanyi yang juga dikenal sebagai pembawa acara alias master of ceremony (MC). Usia 15 tahun ia sudah meniti karier bernyanyi bersama band lokal Riang Ria di Yogyakarta.

koes hendratmo3Tahun 1964 Koes muda pun hijrah dari Yogyakarta ke Jakarta dan mengeksplorasi kemampuan bernyanyinya. Kemudian ia pun bergabung dengan band “Dharma Putra Kostrad” di tahun 1967, sebagai lead vocalist. Di tahun yang sama, ia meluncurkan album perdananya dengan titel Lambaian Bunga. Setahun kemudian album Wanita Wanita Wanita – Koes Hendratmo Pop Indonesia Vol. 1 pun ia rilis.
Di saat bermunculannya presenter- presenter baru, ia lebih memilih untuk beristirahat dari dunia hiburan dan lebih memilih menjalankan usahanya yang kebetulan bergerak di bidang travel dan pendidikan seni musik dan menyanyi. Namun, tak sedikit tawaran off air menyanyi atau menjadi MC yang masih menghamipirinya. Di sela-sela segala aktivitasnya, Koes sesekali berolahraga untuk membugarkan tubuhnya dengan bermain golf.
Memulai hobinya bermain golf semenjak 20 tahun yang lalu, kemudian sempat berhenti selama 2,5 tahun dikarenakan fokus sebagai pembawa acara televisi. Menurutnya olahraga golf bukan hanya sekadar main- main. “Konsentrasi harus penuh dan serba perhitungan, menghitung jarak dan pukulan sampai sejauh mana,” ujarnya. Baginya olahraga golf cukup mendukung dalam menjalankan usaha yang sedang dijalankannya sekarang. “Pada dasarnya selain untuk menyehatkan tubuh saya, olahraga ini dapat menunjang bisnis saya. Jadi bisa dapat job tambahan untuk MC dan bernyanyi,” tambahnya diiringi tawanya yang khas.
Setelah cukup lama malang melintang di dunia golf, Koes akhirnya menjatuhkan pilihan untuk bergabung dengan CEPA Golf Community. Dalam pandangannya, CEPA memiliki prospek yang cukup bagus ke depannya, karena di dalam komunitas ini terdapat banyak individu yang berpotensi untuk memajukan olahraga golf di Indonesia.
Namun ia juga mengutarakan, masih banyak yang harus dikerjakan oleh CEPA dikarenakan usianya yang masih cukup muda dibandingkan dengan klub-klub golf lainnya. “Organisasi ini harus diurus dengan baik sehingga para member, peserta dan tamu dapat merasa lebih senang lagi dan yang lebih penting adalah rasa kekeluargaan,” tuturnya.koes hendratmo4