Sumber: christianleonard

Dalam sebuah kehidupan, kita tidak pernah terlepas dengan apa yang namanya “hubungan”. Sebagai contoh adalah hubungan dalam dunia kerja. Arti sebuah hubungan dalam kepentingan didunia kerja sepertinya terbaca sederhana saja, namun mari kita coba melihat apa yang menjadi esensi suatu hubungan antar rekan kerja menjadi cukup penting manakala kita dihadapkan pada tuntutan kerja yang tidak mungkin sendiri namun dalam konteks “teamwork”.

Kita coba melihat kebelakang suatu saat bisa saja kita menemukan seseorang yang terlihat punya kecenderungan untuk bekerja sendiri, seolah tidak membutuhkan kehadiran orang lain. Seorang peneliti misalnya sepintas lalu ia memang lebih berkutat dengan dirinya dan pekerjaanya sendiri, seorang designer product ia lebih mengkonsentrasikan dirinya dalam membuahkan hasil kreasinya dalam bentuk design dalam proses yang lama, kadang tanpa melibatkan orang lain. Dalam kata lain seolah ia tidak membutuhkan orang lain dalam bekerja. Tidak ada tuntutan untuk melibatkan dan bersama orang lain, pemahaman inilah yang menjerumuskan pandangan kita tentang penjurusan karir sebagai profesional / specialist, yang lawannya adalah seorang generalist.

Seorang profesional lebih mengartikan sebagai seseorang yang mempunyai pilihan untuk meluruskan minatnya pada bidang pekerjaan yang sifatnya penguasaan atas satu bidang yang lebih mendalam. Simplenya, seorang profesional tidak tertuntut untuk melakukan proses mengarahkan orang seperti kerjasama, melibatkan, dan juga memimpin. Seorang profesional lebih akan terlihat atas kepiawaian pada profesinya dan akan dibeli oleh perusahaan atas salah satu hasil karyanya. Apakah dia tidak membutuhkan orang lain ? jawabannya adalah butuh, bahkan ia harus melalui suatu proses uji coba atas karyanya dengan ‘meminjam’ suatu pengakuan dari sekelompok orang, agar karyanya menjadi berarti. Nah, disinilah kita mulai membuka kenyataan bahwa tidak ada seorangpun dalam eksistensinya di ranah kerja / sebuah organisasi yang sebetulnya tidak atau dituntut lebih kecil perannya ketika berbaur dengan orang lain, menjalin hubungan minimal secara tuntutan “Soft Skill” berinteraksi dengan pihak lain, bersalaman, bertegur sapa, serta menebar senyum antara satu dengan lainnya.

Mari kita eleminasi sikap egois masing-masing, jangan ada superman diantara kita, mari bersama-sama membangun superteam yang solid.

By : Iqbal

Baca juga : Risk Management Practices in Indonesia

Pastikan Anda Sudah Mengunduh Aplikasi cepamagz.com yang sudah tersedia di IOS dan Android

cepamagzcepamagz